di sudut kampus itu
di salah satu sudut kampus… berseberangan dengan lapangan badminton… hanya ada satu meja panjang… satu kursi yang ikut-ikutan panjang juga… tak lupa beberapa kursi yang ramai menghiasi sudut kampus itu…
ehm,, tempat yang sering kita kunjungi usai kuliah… tempat kita bercengkerama, debat, diskusi (tenane??), gitaran, nggosip, bahkan ngrasani “orang”, atau pacaran(??)
walaupun kita sekarang terhitung “paling tua” di jajaran S1,… tempat itu masih saja kita jajaki sebagai daerah “kekuasaan” kita… walaupun tidak dalam arti sebenarnya… sesekali sambil melihat teman-teman yang main pingpong… walaupun sering kena “semes” tetap saja, tidak beranjak, kecuali jika kita sama lapar… yang sebelum menuju tempat makan, kita pasti ribut dulu memutuskan kemana kaki hendak dilangkahkan demi mengisi perut yang keroncongan (atau bahkan ndangdutan??)…
dalam waktu dekat (insya Allah), strata kita hampir tuntas (Amien,, walaupun ada yang sudah tuntas)… tentunya kita masing-masing masih punya hutang pribadi pada orang tua, keluarga, kampus, pihak penyantun beasiswa, bahkan hutang pada negara dan agama (abot rek!)… tidak mungkin tidak,, ada kemungkinan esok sudut kampus itu akan tergantikan “penduduknya” karena kita sama repot dengan hutang masing-masing… mungkin siklus hidup kita akan ada yang berubah… rumah-kelas-perpus-dosen-rumah-kelas-perpus-dosen-rumah,,,, dst… atau mungkin kita akan kembali ke sudut kampus itu tanpa kita bisa ikut beramai-ramai mengganggu kuliah di ruang satu atau sibuk berfrenster ria, beryeemria, atau berdonlotria dengan dalih mencari sumber informasi primer ataupun sekunder demi mendapatkan amunisi lebih di ‘saat yang terhitung sangat menentukan’ itu…
esok… ketika meja kayu itu telah lapuk… dan penghuni yang menjajakinya telah berubah… kuharap ruang di hati kita masing-masing tak ‘kan terganti… walaupun terus penuh terisi,, semoga kenangan kita tak ‘kan pernah usang… album potret kita yang menggambarkan “betapa” kita sedemikian adanya *walaupun tidak semua bisa tergores di atas kertas*.. semoga, bisa menghadirkan senyum ketika kita mengingatnya…
…terimakasih atas persaudaraan ini…
…I’ll miss u all…
this post is dedicated to :
Nurul latifah, Nanda Puspita, Berlian Dwi Medayati, Debrytha Ayu Dewi Pramitasari, Retno Priyandani, Wahyu Roossi Ningsih, Puguh Indrasetiawan, Moch. Arief Budiawan Assidiq, Angga Arie Wibowo, Ramaditha Ridho S., dan Aditya Asyhar…
*sebenernya mau dikasih foto tapi fotonya nyusul yak.. hehe*
postingan yang tertunda
maaf saia vakum lama…
sebenernya banyak ide buat nulis…
tapi ga keburu ditulis
jadi keburu lupa
dan pas “dipaksa” nulis…
tulisannya jadi ga layak buat diposting…
otak udah agak ngga encer buat merangkai kata dengan indah *haiah
*
jadi………………………
c u at the next post
vingt-et-un avril 2007
kata2 ini kuambil dari sebuah iklan komersial…
“… Aku tidak membiarkan diriku puas
agar keindahanku juga dapat dinikmati
siapapun
“… Aku tidak membiarkan diriku lelah
di luar sana membutuhkan tenaga
dan pikiranku
“… Aku tidak membiarkan diriku menutup mata
sumbngsihku di luar sana
dan di rumah
“… Aku tidak membiarkan diriku berdiam
karena langkahku untuk keluarga
dan sesama
“… Aku seorang perempuan….
hwiii… perempuan itu… hebat (menurutku)… cz… aq ngeliat bunda (hikz2)… energi yang dibutuhkan perempan lebih banyak daripada laki-laki… padahal perempuan itu mempunyai tenaga yg tidak lebih kuat daripada laki-laki… tapi kenapa bisa terbagi dengan baik energinya antara suami, anak-anak, pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, belum kalo ada problem di luar dugaan…
dari yang aq terima… perempuan itu harus pandai membagi “hati”, mengolah “hati”, ah.. gitu de… dan kudu siap terpecah terbagi pikirannya… kalo engga, bahaya!.. dari sebuah penelitian, (apa judulnya aq lupa), mengatakan kalo perempuan lebih bisa membagi otaknya untuk melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu sekaligus daripada laki-laki (afwan bro!!)
…dan dia diciptakan dari tulang rusuk kiri
dekat di hati untuk dicintai
dekat ke tangan untuk dilindungi…
Ibu kartini.. nuhun yak sudah mencetuskan emansipasi… kalo engga kecil masi berada dalam penjajahan… hehe
… dipingit, ga bole sekolah, ga bole pacaran [padahal ra nduwe, hewwew
], ga bole bebas kluar rumah, ga bole nge-dance selain di kraton, ‘n ga bole ke warnet so, ga bisa ngeblog de…
HAPPY KARTINI’S DAY
telat ya???
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
November 23, 2008
October 18, 2008
April 23, 2007