Archive | May, 2007

Air dan minyak, what’s wrong?

22 May

Sebelumnya saia mohon maaf kalo beberapa postingan terakhir saia mengulas hal-hal yang tidak wajar dengan penyampaian yang ala kadarnya dan dengan tata bahasa yang tidak karuan. I’m so sorry… it’s my style.

Sekali lagi, hal yang tidak wajar kalo ini dipertanyakan (barangkali!). kenapa minyak dan air tidak bisa campur? Sudah takdirnya kalo mereka tidak dapat bersatu. Mau diapa-apain juga, akan sangat susah untuk bersatu. Kalopun bisa bersatu, pada suatu saat yang tidak lama dari penyatuan mereka, minyak dan air akan berpisah kembali.

Sedikit protes sama lirik-lirik lagu, kenapa pengibaratan sesuatu yang tidak bisa bersatu menggunakan air dan api? Kenapa bukan air dan minyak saja? Menurut saia, air dan api bukan tidak dapat bersatu, tapi mereka saling meniadakan. Kalo api diguyuri air, tentu akan padam. Kecuali apinya besar (seperti kebakaran) tentu membutuhkan air yang lebih banyak. Kalo begitu, salah satu menjadi tidak ada kan?

Trus, kalo air dan minyak? Keduanya tidak dapat bersatu, tapi tidak ada yang superior. Tidak ada yang meniadakan dan tidak ada yang ditiadakan. Kedua unsur tersebut masih ada. Tapi, teteup ga bisa bersatu… Hmmmh… tenang, malam tak selamanya kelam (lagunya Samson), so air dan minyak juga tak selamanya tak bisa bersatu.

Ada sesuatu yang bisa menyatukan mereka, Mmm… maaf, sekali lagi kita bicara obat. Ada suatu bentuk obat yang disebut emulsi. Contoh obat yang berbentuk emulsi itu misalnya minyak ikan Scott Emulsion yang botol besar itu lah, yang warna cairannya putih. Pasti taulah, kalo ga tau ya cari tau (hehew … 😀 tampaknya bukan solusi yang baik). Kandungannya kan minyak ikan yang dilarutkan dalam air. Berarti ada dua fase kan? Fase minyak dan fase air. Tapi emulsi itu apa c?

Walopun bahasanya asing, baca aja yak definisinya. EMULSI adalah sediaan cair yang terdiri dari dua fase cair dimana salah satu cairannya terdispersi dalam cairan lainnya dalam bentuk tetesan kecil. Hehe 😀 bingung yak? Afwan afwan, saia akan berusaha mengatakan dengan bahasa yang biasa. Emulsi itu ada dua fase, anggep aja dua lapisan. Yang satu lapisan air dan yang satu lapisan minyak. Nah, keduanya tidak boleh saling terpisah. Kenapa? Karena rasanya akan sangat tidak enak. Mungkin bisa aja diberi corrigen saporis (penutup rasa tidak enak), tapi perlu diingat kalo minyak ikan (Oleum Iecorris Aselli) itu baunya sangat tidak enak. Kalo ga percaya, coba pecahin minyak ikan yang bentuknya kapsul lunak. Dibau aja udah ga aseek, apalagi dimakan. Padahal tujuan penggunaan obat ini (atau lebih tepatnya vitamin ini) adalah untuk menambah nafsu makan karena kandungan vitamin A dan D dalam minyak ikan. Kalo makan vitamin ini aja pasien udah ngerasa nggak nyaman, gimana mau tambah nafsu makannya? Salah-salah malah hatnum hatnum [ = muntah muntah ]. Belum lagi pasiennya anak kecil (biasanya), parah lagi tuh! Makanya dibikin sediaan yang enak dikonsumsi.

Seperti manusia, kalo pengen PDKT sama kecengannya biasanya pake’ jasa mak comblang (bukan berarti yang ga pake mak comblang ga biasa). Bgitu juga dengan air dan minyak, mak comblang mereka namanya emulgator. Si emulgator ini bisa menyatukan dua kubu yang tadinya sama sekali ga akur. Dengan adanya emulgator, emulsi bisa lebih nyaman dikonsumsi. Kalo baunya tidak enak, bisa ditambahkan corrigen odoris (penutup bau yang tidak sedap), misalnya minyak kayu manis (Oleum cinnamomi).

Oops! Cukup sampe disini ajah. Postingan yang cukup menjemukan. Tapi teteup ditampilkan. Hope next be unboring posts. But, I’m sure u must know it. Hehe… 😀 mekso! I luv u all….

Advertisements

betapa besar makna sebuah kata

17 May

pasti pernah denger ungkapan ini.. “apalah arti sebuah nama” wui… jangan salah, sebuah kata aja mampu mengubah bentuk kristal air, apalagi nama… maka berilah nama yang baik… dan sebutlah dengan nama yang baik… kalo tentang super_kecil… karena saia memang minimalis

suatu percobaan menunujukkan bahwa bentuk kristal air yang tiap harinya dibacai (sepertinya bukan kosakata yang baik) do’a dan dibacai sumpah serapah akan memiliki bentuk kristal yang berbeda… saia tidak akan membahas cara percobaannya karena saia juga tidak mengerti… yang ingin saia bahas KATA-KATANYA

pada segelas air yang setiap harinya dibacakan do’a padanya, pada saat pengamatan bentuk kristal air menunjukkan bentuk kistal yang beraturan satu sama lain… bnetuk yang homogen, susunan kristal yang teratur, rapih gitu de pokoknya…

trus, segelas air yang lain yang dibacai sumpah serapah atau bahasa gaulnya misuh saat pengamatan menunjukkan bntuk kristal yang tak beraturan… entah bentuk kristal satu sama lain yang sangat heterogen atau posisi kedudukannya yang berantakan… pokoknya ACAK ADHUL bwanggett…

entah ilmu sihir atau apa, yang jelas sebuah kata aja bener-bener berarti buat kelangsungan hidup si kristal air… bakal tertata rapih atau acak adhul… makanya kalo bicara ma orang ati-ati… jangan suka ngasih sumpah serapah or misuh-misuh… kalo ada orang yang suka memisuhi Anda, menjauhlah… supaya kriatal Anda tidak berubah menjadi acak adhul…. tapi kalo Anda ingin memisuhi orang, jangan lah… kasian orang itu… tapi kalo emang Anda lagi sebel bangettt, gantilah kata-katanya, semisal…

1. Anda pengen bilang : “asem!” […] coba ganti dengan : “TAMARIN” artinya sama tapi tidak menimbulkan sakit hati, apalagi makna do’anya berbeda… yang kata pertama menegsankan bahwa Anda sangat sebal dan bisa jadi si orang itu hatinya jadi kecut […] tapi kalo Tamarin tidak menimbulkan sakit hati, dan makna do’anya si orang itu besok jadi pengusaha Tamarindus indica (buah asam) yang sukses

2. atau kalo Anda pengen bilang yang lebih kasar : “(bahasa kasarnya) segawon=anjing” […] coba ganti dengan : “Cannis” artinya sama-sama anjing… tapi kan ga terasa kasar…

kalo ada usul lain… silakan…

baik untuk dibaca

15 May

seminar nasional jamu dan obat cina dalam realita medis dan prospek bisnis

belajar dr elektron

5 May

akhirnya… terwujud juga apa yang tersimpan di otakku…
aslinya c, postingan ini udah tercetus idenya sejak 1 tahun lalu waktu aku belajar Organic Chemistry… waktu itu materinya tentang elektron… ga taw kenapa yak, aku tertarik bwangett sama elektron (dan kimia tentunya) sejak SMA… sampe berharap-harap ada jurusan elektrokimia, padahal g ada kalee jurusan itu… terlalu spesifik untuk menjadi sebuah jurusan… buat jadi prodi ajah terlalu sempit… yang baik cuma jadi materi… hehe 😀 … waktu itu pengen juga masuk ke teknik Elektro… tapi dipikir-pikir otakku serasa ga nyampe… jadi ya pilih jurusan yang sekarang aku jalani, Alhamdulillah ketrima… (dan aku sedang berjuang untuk keluar dari sini, semoga membawa pujian, Amien…)

btw, baru terwujud sekarang apa yang sempet ngendon di otakku… *kukur-kukur bingung maw mulai dari mana…*

waktu itu pelajaran Organic Chemistry… pelajaran ini sempet jadi momok buat anak-anak termasuk aku… whad de hell?… 3 sks gitu lowh… lagian pelajaran ini ga gampang… makanya, pas pelajaran ini sempet mikir aneh-aneh gara-gara bingung… hehew 😀

critanya, suatu atom itu pasti punya elektron… dan yang dibicarakan hanya elektron terluar… kenapa elektron terluar? misalnya ajah manusia (bukan manusia super dan bukan manusia biasa), yang paling sering berinteraksi secara langsung dengan lingkungan adalah tubuh luarnya (exp. kulit) bukan ginjal atau pankreasnya kan? … begitu juga dengan elektron, yang paling sering berinteraksi dengan lingkungannya adalah elektron terluarnya… lebih lengkapnya elektron di kulit terluar…

banyak elektron terluarnya beda-beda… ada yang satu, ada yang dua, ada yang tiga, empat, lima, enam, tujuh, dan ada yang delapan… kalo yang sembilan ga ada… suatu atom yang punya elektron terluar berjumlah 8 buah disebut logam mulia… artinya, electron terluar yang banyaknya 8 itu udah paling TOP dech… sebut aja yang punya elektron terluar lebih banyak adalah elektron kaya ‘n yang punya elektron terluar lebih sedikit sebut ajah elektron miskin… yang menarik adalah… elektron punya sikap yang dermawan… setidaknya lebih dermawan daripada manusia… kenapa? mungkin penjelasan ini sedikit sulit (ataw malah terlalu rumit?) karena -si kecil ini- ga punya basic guru…

jadi gini… misalnya ajah ada dua atom yang saling berdekatan… sebut ajah atom X dan atom Y… atom X punya elektron terluar lebih banyak daripada atom Y, maka ketika kedua atom itu berdekatan, tanpa diminta atom X memberikan elektronnya kepada atom Y… anggap aja si X ini kaya elektron, dan si Y miskin elektron… maka si X yang kaya ini akan memberi sumbangan kepada si miskin Y… apakah seperti ini juga terjadi sama kita? Ga’ malu tu, ma elektron?

walopun ada juga golongan atom-atom yang ‘rada’ pelit… atom-atom seperti ini disebut atom yang memiliki elektronegativitas yang tinggi… ada apa dengan atom-atom ini?… atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang tinggi akan lebih sulit untuk Berbagi Elektron (bukan judul film baru.red)… karena mereka punya sifat pelit… dan lebih senang “menyimpan harta kekayaannya” daripada berbagi dengan atom yang miskin elektron… prinsip si atom-atom pelit ini, “kalo masih ada yang mau nyumbang si atom miskin electron itu, aku ga mau nyumbang, tapi kalo emang kepentok si atom miskin itu ga ada yang nyumbang, terpaksa de aku nyumbang, abis kasian juga ngeliat dia merana” … yang ini jangan diconto yak!

dasarnya, atom-atom yang punya elektron melebihi batas akan cenderung ingin kembali ke posisi stabilnya… misalnya suatu atom pada keadaan stabil punya 6 elektron terluar (contohnya atom O = oksigen)… pada keadaan tertentu (disebut keadaan terkesitasi ataw excited state) si atom O ini bisa memiliki 7 elektron terluar… kok bisa? *kalo penasaran tanya ya.. tapi kalo engga, ga usah gapapa, bingung njelasinnya soalnya*

lanjut lagi… pada keadaan ini sebenarnya si atom O punya elektron yang lebih banyak, alias si atom O lebih kaya pada saat excited state daripada saat keadaan stabil (ground state)… tapi si atom O ini rupanya tidak tenang… so dia kepengen balik lagi ke keadaan stabil… walopun pada keadaan ground state ataw stabil dia akan lebih miskin daripada saat excited state… emang c kalo terlalu kaya juga ga enak… ga nyaman hidupnya… takut yang hartanya diambil orang, takut yang beginilah, begitulah… mumet kan jadinya… lebih enak biasa-biasa aja… di keadaan ground state… gitu juga yang terjadi sama kita sebagai manusia… misalnya orang yang punya kedudukan tinggi… jangan kira hidupnya tenang… urusannya ‘kan lebih banyak ‘n tentu ajah tanggung jawabnya lebih berat juga… ini yang namanya excited state… beda dengan PNS yang gajinya pas-pasan (bonyok aku PNS soalnya, hehe :D) hidupnya lebih tenang, ga kemrungsung, ga diburu dead line, dsb… karena berada dalam keadaan ground state… coba orang-orang yang punya kedudukan tinggi, pastinya punya dead line ‘n dikejar-kejar oleh dead line ‘kan?… suatu saat orang-orang itu (yang terksitasi.red) pastinya ingin kembali ke keadaan ground state yang lebih stabil… kecuali kalo ngga’ normal lowh yak… nah, si atom O ini menstabilkan diri dengan cara menyumbangkan sebagian elektronnya kepada atom yang miskin elektron…

sebenernya ga puas juga c ma postingan ini… tapi coba de… sapa taw ada yang berguna… afwan jiddan yak kalo penjelasannya terlalu rumit ‘n membingungkan… ataw bahkan membosankan… c_u… GANBATTE KUDASAI !!!