Archive | November, 2008

di sudut kampus itu

23 Nov

di salah satu sudut kampus… berseberangan dengan lapangan badminton… hanya ada satu meja panjang… satu kursi yang ikut-ikutan panjang juga… tak lupa beberapa kursi yang ramai menghiasi sudut kampus itu…

ehm,, tempat yang sering kita kunjungi usai kuliah… tempat kita bercengkerama, debat, diskusi (tenane??), gitaran, nggosip, bahkan ngrasani “orang”, atau pacaran(??)

walaupun kita sekarang terhitung “paling tua” di jajaran S1,… tempat itu masih saja kita jajaki sebagai daerah “kekuasaan” kita… walaupun tidak dalam arti sebenarnya… sesekali sambil melihat teman-teman yang main pingpong… walaupun sering kena “semes” tetap saja, tidak beranjak, kecuali jika kita sama lapar… yang sebelum menuju tempat makan, kita pasti ribut dulu memutuskan kemana kaki hendak dilangkahkan demi mengisi perut yang keroncongan (atau bahkan ndangdutan??)…

dalam waktu dekat (insya Allah), strata kita hampir tuntas (Amien,, walaupun ada yang sudah tuntas)… tentunya kita masing-masing masih punya hutang pribadi pada orang tua, keluarga, kampus, pihak penyantun beasiswa, bahkan hutang pada negara dan agama (abot rek!)… tidak mungkin tidak,, ada kemungkinan esok sudut kampus itu akan tergantikan “penduduknya” karena kita sama repot dengan hutang masing-masing… mungkin siklus hidup kita akan ada yang berubah… rumah-kelas-perpus-dosen-rumah-kelas-perpus-dosen-rumah,,,, dst… atau mungkin kita akan kembali ke sudut kampus itu tanpa kita bisa ikut beramai-ramai mengganggu kuliah di ruang satu atau sibuk berfrenster ria, beryeemria, atau berdonlotria dengan dalih mencari sumber informasi primer ataupun sekunder demi mendapatkan amunisi lebih di ‘saat yang terhitung sangat menentukan’ itu…

esok… ketika meja kayu itu telah lapuk… dan penghuni yang menjajakinya telah berubah… kuharap ruang di hati kita masing-masing tak ‘kan terganti… walaupun terus penuh terisi,, semoga kenangan kita tak ‘kan pernah usang… album potret kita yang menggambarkan “betapa” kita sedemikian adanya *walaupun tidak semua bisa tergores di atas kertas*.. semoga, bisa menghadirkan senyum ketika kita mengingatnya…

…terimakasih atas persaudaraan ini…

…I’ll miss u all…

this post is dedicated to :

Nurul latifah, Nanda Puspita, Berlian Dwi Medayati, Debrytha Ayu Dewi Pramitasari, Retno Priyandani, Wahyu Roossi Ningsih, Puguh Indrasetiawan, Moch. Arief Budiawan Assidiq, Angga Arie Wibowo, Ramaditha Ridho S., dan Aditya Asyhar…


*sebenernya mau dikasih foto tapi fotonya nyusul yak.. hehe*

-kecil-

Advertisements