Archive | kotak obat RSS feed for this section

Siapa bilang kerokan udah ga jaman? (2nd sequel)

6 Jun

Masi inget kn postingan sebelumnya yang mbahas soal kerokan? Kalo ga inget baca lagi yah….

 

Kemaren qta ngmg sampe bedanya medis barat dan medis timur dilihat dari segi cara pengobatannya… yang medis barat udah kan? Sekarang qta beralih ke medis timur… kalo cara pengobatan menurut medis timur, rata-rata menggunakan garis meridian… bagi yang udah pernah nonton “Jewel in The Palace” (yang lakonnya Janggeum) pasti ngerti deh… garis meridian itu apa c? Garis meridian yang dimaksud disini bukan garis meridian bumi yang membujur dari utara ke selatan, tapi garis meridian ini merupakan garis meridian tubuh… pertanyannya adalah,, apakah garis meridian kasat mata? oh, fully NOT… jangankan kasat mata, ada di dalm tubuh manusia pun tidak… lha terus gimana ngobatinnya?

Penjelasan ini mungkin agak membingungkan dan banyak bahasa planet pastinya… jadi gini, kalo dalam medis timur itu dikenal adanya garis yang menghubungkan titik-titik tertentu… (tapi garis ini bukan berdasarkan aksioma)… titik-titik yang dimaksud adalah pusat dimana ada keseimbangan fungsi tubuh… walopun sebenernya bentuknya bukan bener-bener titik tapi suatu area… tapi karena lebih gampang disebut titik, makanya disebutnya titik aja yah…

 

Titik-titik ini saling berhubungan antara satu dengan yang lain walopun letaknya jauh… aduh gimana ya jelasinnya… saia juga bingung… pake misal aja ya… misalna kalo kecethit ataw kedheglik ataw bahasa indonesianya apa yah? Oiya keseleo!… nha yang dipijet kan bukan tempat keseleonya tapi tempat lain… (pijat juga termasuk pengobatan ala medis timur)… titik keseleo terhubung dengan titik lain oleh suatu garis… bayangin aja garis itu sebuah benang atau tali… trus bayangin juga kalo keseleo itu benangnya ngga lurus tapi mbundhel, ada yang ruwet… nah, biar jadi “bener” lagi kan benangnya kudu dilurusin tu… ngelurusinnya lebih enak dari bagian yang ga sakit (bukan di tempat sakitnya keseleo)… sebenernya bisa c di tempat yang keseleo itu, tapi kan rasanya lebih sakit… bayangin aja kalo nglepas benang bundhet… kalo nglurusinnya di tempat bundhet susah lepasnya… gitu de kira-kira… kalo masi bingung, tanya yah… biar saia cari contoh lain…

 

Nha hubungannya dengan garis meridian apa? Nambah bingung aja… garis meridian itu ya benang-benang tadi… garis ini ngga keliatan secara kasat mata tapi bisa dikira-kira oleh orang yang punya ilmunya… jadi prinsip disini keahlian dan pengalaman… ga ada bukti autentik pasien menderita sakit apa… tapi yang jelas kondisi pasien dalam keadaan yang tidak nyaman… tidak seperti medis barat yang ada bukti autentiknya seperti hasil rontgen, hasil tes darah, hasil tes urin, dan sebagainya…

 

Yang menjadi salah satu alasan kenapa medis timur belum diakui adalah karena belum adanya pihak pengawas kedokteran ala timur… kata dr. Setiawan Dalimartha (dokter herbalis) di Indonesia belum ada kurikulum yang menyajikan tentang kedokteran timur… yang dipelajari selama ini hanya kedokteran barat… jadi ya wajar kalo dokter2 Indonesia kurang faham dengan medis timur… beda dengan Kedokteran ala Nanyang (NTU, Singapore)… kalo maw sekolah di NTU n ambil jurusan Kedokteran, kudu kursus bahasa Mandarin dulu, trus belajar medis timur di China selama 2 tahun, baru balik ke Nanyang untuk belajar kedokteran Barat… jadi pendidikannya lengkap… Indonesia kapan yah?

 

So, kalo sakit mesti berobat ala medis barat atau medis timur dong?

 

Tidak ada keharusan mau berobat menggunakan yang mana… kalo melalui rumah sakit pasti ditangani dengan medis barat dunk pastinya… tapi kalo melalui jalan alternative biasanya digunakan ala medis timur… oiya, pengobatan ala medis timur itu contohnya akupressur (tekan pakai tangan), akupunktur (tekan pakai jarum), reiki, tenaga chi, dan lain-lain (betewe, di farmasi diajarin baca aura lowh, bener-bener ilmu klenik deh pokonya)… pemilihan cara pengobatan (terapi) bukan suatu keharusan, tapi yang diwajibkan adalah kesehatan… kalo hati senang aja udah bisa jadi obat… jadi pemunculan sugesti untuk sembuh itu sangat penting… so, teteup riang yah walopun sakit… karena hati yang riang adalah obat…

 

 

PERHATIAN:

Kalo bingung baca postingan nehe’ ini, jangan kerutkan dahi, tetaplah riang jangan cemberut, tanyakan saja mana yang membingungkan (semuanya kaleeee!!!!), kalo malu bertanya, pikirkan saja sampai ubanan, kalo perlu dibawa mimpi, ha-ha!!!)

Siapa bilang kerokan udah ga jaman? (1st sequel)

3 Jun

Sapa hayyo yang ga tau kerokan? Ya ampun kemana aja non, harre genne ga tau kerokan? Hehe 😀 … Kerokan pastinya udah akrab di telinga kita (walopun masuk telinga kanan n keluar langsung dr telinga kiri)… biasanya “ritual” kerokan dilakukan pada saat masuk angin… tapi sekarang udah banyak obat-obat tradisoional (yang disebut-sebut obat masuk angin) yang diproduksi oleh perusahaan jamu terkemuka di Indonesia… tapi teteup, kerokan masih memegang peran penting dalam pengatasan bagi pasien masuk angin… tapi coba tanya dokter yang lagi praktek, sekalipun tau si pasien menderita masuk angin, teteup ga ada resep kaya’ gini :

R/ Lc. Kerokan 0,100

m.f potio

S . prn

Atau

R/ Cajuput oil 0,100

Metil salisilat 0,050

Uang kerokan 1 biji

m.f. potio

S . prn

 

Maklum lah, medis yang dianut Indonesia adalah medis barat, jadi wajar kalo dokter ga ada yang kasih resep kaya’ di atas… pasalnya (entah pasal berapa) kerokan termasuk medis timur… njut, apa si bedanya medis timur dan medis barat? Bingung? Sama!!

 

Ide bikin postingan nehe’ ini berasal dari nonton tipi… pas itu ada acara Terapi sehat di TVRI… kebetulan waktu itu yang ngisi dari akupressure… katanya dia (akupresist, tabib akupressure.red) sudah ditemukan obat kanker dengan cara akupressure… buktinya banyak pasien dia yang sakit kanker stadium lanjut akhirnya sembuh setelah berobat di kliniknya… tapi ada satu hal yang dia sesalkan, yaitu belum adanya pengakuan ini oleh Depertemen Kesehatan… dengan kata lain Dep Kes RI belum bisa mengakui adanya pengobatan kanker menggunakan cara ini… walopun tidak ada yang salah dengan cara pengobatan ini… ada apa kok Dep Kes RI tidak bisa meloloskannya?? Usut punya usut.. karena medis timur belum bisa diakui oleh negara qta, kenapa? (qta tanya Galileo!)

 

Karena di postingan nehe’ ini saia ingin membahas (dengan seenaknya) tentang pengobatan, maka ndak ada salahnya kalo sebelumnya ditampilkan bedanya prinsip sehat dan sakit dalam medis barat dan medis timur… kalo menurut medis barat, orang dikatakan sakit apabila hasil pemeriksaan menunjukkan “sesuatu” yang lain dalam dirinya… melalui skrining tentunya… tapi menurut medis timur, orang dapat dikatakan sakit apabila dia merasa tidak nyaman… contohnya,, kalo ada orang kipas2 karena kepanasan, menurut medis timur dia sudah bisa dikatakan sakit karena dia sudah merasa tidak nyaman… tapi kalo medis barat nggak bisa lah bilang tu orang sakit karena tidak ada hasil pemeriksaan yang dapat membuktikan bahwa ada ’yang lain’ dalam tubuh pasien… sebaliknya, apabila ada orang yang udah sakit kanker stadium lanjut tapi karena semangat hidupnya tinggi sehingga dia tidak pernah tampak susah, selalu riang gembira, tersenyum berseri (haiah) itu artinya dia merasa nyaman… secara medis barat orang ini memang dikatakan sakit tapi secara medis timur dia dikatakan sehat karena dia merasa nyaman… gimana? Tambah jelas apa blas?

 

Perbedaan prinsip di atas hanya berdasarkan beda batasan sehat dan sakit antara medis timur dan medis barat… lantas cara pengobatannya gimana? Kok bisa-bisanya Dep Kes RI ga bisa mengakui akupressur sebagai obat kanker… gini niy, kalo medis barat tau donk cara pengobatannya… seperti yang qta alami kalo sakit… pengobatannya berdasarkan hasil diagnosa… misalnya sakit maag dikasih antasid, jamuren dikasih ketokonazole, batuk dahak dikasi Glyceril Guaiacolate, dan temen-temennya… disini (medis barat.red) hampir semua penyakit dapat disertai bukti-bukti dimana terjadi kelainan… ada datanya, gitu lah gampangannya… dan obat yang diberikan pun dipilih yang memiliki mekanisme aksi di bagian tubuh yang sakit… dan sebelumnya sudah ada penelitian yang mendasari pemberian obat tersebut… terus kalo medis timur gimana? Temukan jawabnya di postingan selanjutnya…

 

jéng jéng……

Air dan minyak, what’s wrong?

22 May

Sebelumnya saia mohon maaf kalo beberapa postingan terakhir saia mengulas hal-hal yang tidak wajar dengan penyampaian yang ala kadarnya dan dengan tata bahasa yang tidak karuan. I’m so sorry… it’s my style.

Sekali lagi, hal yang tidak wajar kalo ini dipertanyakan (barangkali!). kenapa minyak dan air tidak bisa campur? Sudah takdirnya kalo mereka tidak dapat bersatu. Mau diapa-apain juga, akan sangat susah untuk bersatu. Kalopun bisa bersatu, pada suatu saat yang tidak lama dari penyatuan mereka, minyak dan air akan berpisah kembali.

Sedikit protes sama lirik-lirik lagu, kenapa pengibaratan sesuatu yang tidak bisa bersatu menggunakan air dan api? Kenapa bukan air dan minyak saja? Menurut saia, air dan api bukan tidak dapat bersatu, tapi mereka saling meniadakan. Kalo api diguyuri air, tentu akan padam. Kecuali apinya besar (seperti kebakaran) tentu membutuhkan air yang lebih banyak. Kalo begitu, salah satu menjadi tidak ada kan?

Trus, kalo air dan minyak? Keduanya tidak dapat bersatu, tapi tidak ada yang superior. Tidak ada yang meniadakan dan tidak ada yang ditiadakan. Kedua unsur tersebut masih ada. Tapi, teteup ga bisa bersatu… Hmmmh… tenang, malam tak selamanya kelam (lagunya Samson), so air dan minyak juga tak selamanya tak bisa bersatu.

Ada sesuatu yang bisa menyatukan mereka, Mmm… maaf, sekali lagi kita bicara obat. Ada suatu bentuk obat yang disebut emulsi. Contoh obat yang berbentuk emulsi itu misalnya minyak ikan Scott Emulsion yang botol besar itu lah, yang warna cairannya putih. Pasti taulah, kalo ga tau ya cari tau (hehew … 😀 tampaknya bukan solusi yang baik). Kandungannya kan minyak ikan yang dilarutkan dalam air. Berarti ada dua fase kan? Fase minyak dan fase air. Tapi emulsi itu apa c?

Walopun bahasanya asing, baca aja yak definisinya. EMULSI adalah sediaan cair yang terdiri dari dua fase cair dimana salah satu cairannya terdispersi dalam cairan lainnya dalam bentuk tetesan kecil. Hehe 😀 bingung yak? Afwan afwan, saia akan berusaha mengatakan dengan bahasa yang biasa. Emulsi itu ada dua fase, anggep aja dua lapisan. Yang satu lapisan air dan yang satu lapisan minyak. Nah, keduanya tidak boleh saling terpisah. Kenapa? Karena rasanya akan sangat tidak enak. Mungkin bisa aja diberi corrigen saporis (penutup rasa tidak enak), tapi perlu diingat kalo minyak ikan (Oleum Iecorris Aselli) itu baunya sangat tidak enak. Kalo ga percaya, coba pecahin minyak ikan yang bentuknya kapsul lunak. Dibau aja udah ga aseek, apalagi dimakan. Padahal tujuan penggunaan obat ini (atau lebih tepatnya vitamin ini) adalah untuk menambah nafsu makan karena kandungan vitamin A dan D dalam minyak ikan. Kalo makan vitamin ini aja pasien udah ngerasa nggak nyaman, gimana mau tambah nafsu makannya? Salah-salah malah hatnum hatnum [ = muntah muntah ]. Belum lagi pasiennya anak kecil (biasanya), parah lagi tuh! Makanya dibikin sediaan yang enak dikonsumsi.

Seperti manusia, kalo pengen PDKT sama kecengannya biasanya pake’ jasa mak comblang (bukan berarti yang ga pake mak comblang ga biasa). Bgitu juga dengan air dan minyak, mak comblang mereka namanya emulgator. Si emulgator ini bisa menyatukan dua kubu yang tadinya sama sekali ga akur. Dengan adanya emulgator, emulsi bisa lebih nyaman dikonsumsi. Kalo baunya tidak enak, bisa ditambahkan corrigen odoris (penutup bau yang tidak sedap), misalnya minyak kayu manis (Oleum cinnamomi).

Oops! Cukup sampe disini ajah. Postingan yang cukup menjemukan. Tapi teteup ditampilkan. Hope next be unboring posts. But, I’m sure u must know it. Hehe… 😀 mekso! I luv u all….

betapa besar makna sebuah kata

17 May

pasti pernah denger ungkapan ini.. “apalah arti sebuah nama” wui… jangan salah, sebuah kata aja mampu mengubah bentuk kristal air, apalagi nama… maka berilah nama yang baik… dan sebutlah dengan nama yang baik… kalo tentang super_kecil… karena saia memang minimalis

suatu percobaan menunujukkan bahwa bentuk kristal air yang tiap harinya dibacai (sepertinya bukan kosakata yang baik) do’a dan dibacai sumpah serapah akan memiliki bentuk kristal yang berbeda… saia tidak akan membahas cara percobaannya karena saia juga tidak mengerti… yang ingin saia bahas KATA-KATANYA

pada segelas air yang setiap harinya dibacakan do’a padanya, pada saat pengamatan bentuk kristal air menunjukkan bentuk kistal yang beraturan satu sama lain… bnetuk yang homogen, susunan kristal yang teratur, rapih gitu de pokoknya…

trus, segelas air yang lain yang dibacai sumpah serapah atau bahasa gaulnya misuh saat pengamatan menunjukkan bntuk kristal yang tak beraturan… entah bentuk kristal satu sama lain yang sangat heterogen atau posisi kedudukannya yang berantakan… pokoknya ACAK ADHUL bwanggett…

entah ilmu sihir atau apa, yang jelas sebuah kata aja bener-bener berarti buat kelangsungan hidup si kristal air… bakal tertata rapih atau acak adhul… makanya kalo bicara ma orang ati-ati… jangan suka ngasih sumpah serapah or misuh-misuh… kalo ada orang yang suka memisuhi Anda, menjauhlah… supaya kriatal Anda tidak berubah menjadi acak adhul…. tapi kalo Anda ingin memisuhi orang, jangan lah… kasian orang itu… tapi kalo emang Anda lagi sebel bangettt, gantilah kata-katanya, semisal…

1. Anda pengen bilang : “asem!” […] coba ganti dengan : “TAMARIN” artinya sama tapi tidak menimbulkan sakit hati, apalagi makna do’anya berbeda… yang kata pertama menegsankan bahwa Anda sangat sebal dan bisa jadi si orang itu hatinya jadi kecut […] tapi kalo Tamarin tidak menimbulkan sakit hati, dan makna do’anya si orang itu besok jadi pengusaha Tamarindus indica (buah asam) yang sukses

2. atau kalo Anda pengen bilang yang lebih kasar : “(bahasa kasarnya) segawon=anjing” […] coba ganti dengan : “Cannis” artinya sama-sama anjing… tapi kan ga terasa kasar…

kalo ada usul lain… silakan…

baik untuk dibaca

15 May

seminar nasional jamu dan obat cina dalam realita medis dan prospek bisnis

belajar dr elektron

5 May

akhirnya… terwujud juga apa yang tersimpan di otakku…
aslinya c, postingan ini udah tercetus idenya sejak 1 tahun lalu waktu aku belajar Organic Chemistry… waktu itu materinya tentang elektron… ga taw kenapa yak, aku tertarik bwangett sama elektron (dan kimia tentunya) sejak SMA… sampe berharap-harap ada jurusan elektrokimia, padahal g ada kalee jurusan itu… terlalu spesifik untuk menjadi sebuah jurusan… buat jadi prodi ajah terlalu sempit… yang baik cuma jadi materi… hehe 😀 … waktu itu pengen juga masuk ke teknik Elektro… tapi dipikir-pikir otakku serasa ga nyampe… jadi ya pilih jurusan yang sekarang aku jalani, Alhamdulillah ketrima… (dan aku sedang berjuang untuk keluar dari sini, semoga membawa pujian, Amien…)

btw, baru terwujud sekarang apa yang sempet ngendon di otakku… *kukur-kukur bingung maw mulai dari mana…*

waktu itu pelajaran Organic Chemistry… pelajaran ini sempet jadi momok buat anak-anak termasuk aku… whad de hell?… 3 sks gitu lowh… lagian pelajaran ini ga gampang… makanya, pas pelajaran ini sempet mikir aneh-aneh gara-gara bingung… hehew 😀

critanya, suatu atom itu pasti punya elektron… dan yang dibicarakan hanya elektron terluar… kenapa elektron terluar? misalnya ajah manusia (bukan manusia super dan bukan manusia biasa), yang paling sering berinteraksi secara langsung dengan lingkungan adalah tubuh luarnya (exp. kulit) bukan ginjal atau pankreasnya kan? … begitu juga dengan elektron, yang paling sering berinteraksi dengan lingkungannya adalah elektron terluarnya… lebih lengkapnya elektron di kulit terluar…

banyak elektron terluarnya beda-beda… ada yang satu, ada yang dua, ada yang tiga, empat, lima, enam, tujuh, dan ada yang delapan… kalo yang sembilan ga ada… suatu atom yang punya elektron terluar berjumlah 8 buah disebut logam mulia… artinya, electron terluar yang banyaknya 8 itu udah paling TOP dech… sebut aja yang punya elektron terluar lebih banyak adalah elektron kaya ‘n yang punya elektron terluar lebih sedikit sebut ajah elektron miskin… yang menarik adalah… elektron punya sikap yang dermawan… setidaknya lebih dermawan daripada manusia… kenapa? mungkin penjelasan ini sedikit sulit (ataw malah terlalu rumit?) karena -si kecil ini- ga punya basic guru…

jadi gini… misalnya ajah ada dua atom yang saling berdekatan… sebut ajah atom X dan atom Y… atom X punya elektron terluar lebih banyak daripada atom Y, maka ketika kedua atom itu berdekatan, tanpa diminta atom X memberikan elektronnya kepada atom Y… anggap aja si X ini kaya elektron, dan si Y miskin elektron… maka si X yang kaya ini akan memberi sumbangan kepada si miskin Y… apakah seperti ini juga terjadi sama kita? Ga’ malu tu, ma elektron?

walopun ada juga golongan atom-atom yang ‘rada’ pelit… atom-atom seperti ini disebut atom yang memiliki elektronegativitas yang tinggi… ada apa dengan atom-atom ini?… atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang tinggi akan lebih sulit untuk Berbagi Elektron (bukan judul film baru.red)… karena mereka punya sifat pelit… dan lebih senang “menyimpan harta kekayaannya” daripada berbagi dengan atom yang miskin elektron… prinsip si atom-atom pelit ini, “kalo masih ada yang mau nyumbang si atom miskin electron itu, aku ga mau nyumbang, tapi kalo emang kepentok si atom miskin itu ga ada yang nyumbang, terpaksa de aku nyumbang, abis kasian juga ngeliat dia merana” … yang ini jangan diconto yak!

dasarnya, atom-atom yang punya elektron melebihi batas akan cenderung ingin kembali ke posisi stabilnya… misalnya suatu atom pada keadaan stabil punya 6 elektron terluar (contohnya atom O = oksigen)… pada keadaan tertentu (disebut keadaan terkesitasi ataw excited state) si atom O ini bisa memiliki 7 elektron terluar… kok bisa? *kalo penasaran tanya ya.. tapi kalo engga, ga usah gapapa, bingung njelasinnya soalnya*

lanjut lagi… pada keadaan ini sebenarnya si atom O punya elektron yang lebih banyak, alias si atom O lebih kaya pada saat excited state daripada saat keadaan stabil (ground state)… tapi si atom O ini rupanya tidak tenang… so dia kepengen balik lagi ke keadaan stabil… walopun pada keadaan ground state ataw stabil dia akan lebih miskin daripada saat excited state… emang c kalo terlalu kaya juga ga enak… ga nyaman hidupnya… takut yang hartanya diambil orang, takut yang beginilah, begitulah… mumet kan jadinya… lebih enak biasa-biasa aja… di keadaan ground state… gitu juga yang terjadi sama kita sebagai manusia… misalnya orang yang punya kedudukan tinggi… jangan kira hidupnya tenang… urusannya ‘kan lebih banyak ‘n tentu ajah tanggung jawabnya lebih berat juga… ini yang namanya excited state… beda dengan PNS yang gajinya pas-pasan (bonyok aku PNS soalnya, hehe :D) hidupnya lebih tenang, ga kemrungsung, ga diburu dead line, dsb… karena berada dalam keadaan ground state… coba orang-orang yang punya kedudukan tinggi, pastinya punya dead line ‘n dikejar-kejar oleh dead line ‘kan?… suatu saat orang-orang itu (yang terksitasi.red) pastinya ingin kembali ke keadaan ground state yang lebih stabil… kecuali kalo ngga’ normal lowh yak… nah, si atom O ini menstabilkan diri dengan cara menyumbangkan sebagian elektronnya kepada atom yang miskin elektron…

sebenernya ga puas juga c ma postingan ini… tapi coba de… sapa taw ada yang berguna… afwan jiddan yak kalo penjelasannya terlalu rumit ‘n membingungkan… ataw bahkan membosankan… c_u… GANBATTE KUDASAI !!!

mengapa susu bisa larut dalam air?

26 Apr

membuat sarapan buat ayah n aku… as usual menu wajib, SEGELAS SUSU… sambil mengaduk… gimana bisa susu ini larut dalam air?… pertanyaan aneh… udah takdirnya… tapi teteup pengen tau… n mencoba berpikir…

pertanyaan di atas jawabnya gampang! pastinya karena susu bubuk bersifat polar, sehingga dapat larut dalam air yang sifatnya polar… yang sulit adalah bagaimana bisa mengubah susu (yang komponen terpentingnya lemak yan g bersifat liofobik) menjadi bersifat liofilik…

mungkin seperti membuat emulsi… sekali lagi MUNGKIN… karena kecil juga belum pernah tau prosesnya bagaimana… emulsi meupakan sediaan cair yang terdiri dari dua fase cair dimana salah satu fasenya akan terdispersi homogen dalam fase cair yang lain… emulsi ada dua tipe… tipe oil in water , dimana fase minyak (lemak) terdispersi ke dalam fase air; dan tipe water in oil, sebaliknya fase air terdispersi dalam fase minyak (lemak)… mungkin awalnya dibuat emulsi dahulu, baru kemudian setelah tercapai emulsi, dibuat bubuk (pulvis)… dan jadilah susu instan…

atau bisa aja dari larutan susu itu langsung dibuat sebuk/bubuk (pulvis) dengan cara pengkondisian suhu yang ekstrem… pendinginan kemudian dipanaskan dengan tiba-tiba… kemudian akan terjadi kristal yang kemudian dapat digerus dan didapatkan bubuk serbuk…

yang bener yang mana ya? ada yang tau?

* bagaimana pula teh bisa larut dalam air?… padahal teh mengandung alkaloid kafein yang notabene tidak larut air… jawabannya ada di catetan etnofarmasiku… hehe 🙂 *